<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>Jual Madu Asli Berkualitas Tinggi</title>
		<link>http://madumultivit.do.am/</link>
		<description></description>
		<lastBuildDate>Wed, 09 May 2012 20:45:38 GMT</lastBuildDate>
		<generator>uCoz Web-Service</generator>
		<atom:link href="https://madumultivit.do.am/news/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
		
		<item>
			<title>Tes Keaslian Madu</title>
			<description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saat ini banyak sekali beredar madu palsu. Namun, dengan mengerti sifat dan kandungan madu, dapat dinilai mana madu yang &quot;asli” dan &quot;palsu”, serta kualitas madu apakah baik atau jelek..&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Pemalsuan JUMLAH,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;dilakukan dengan menambah volume madu &quot;asli” dengan madu &quot;palsu”, misalkan mencampurkan gula/madu buatan yang relatif lebih murah untuk kemudian diaduk.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Pemalsuan MUTU,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;biasanya dilakukan dengan mengubah kadar air madu yang tadinya tinggi, lalu diturunkan dengan pemanasan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Pemalsuan MENYELURUH,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;yakni madu yang diklaim &quot;asli” padahal sebenarnya 100% buatan, jadi bukan madu yang nerasal dari lebah dengan komposisi aslinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;di...</description>
			<content:encoded>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saat ini banyak sekali beredar madu palsu. Namun, dengan mengerti sifat dan kandungan madu, dapat dinilai mana madu yang &quot;asli” dan &quot;palsu”, serta kualitas madu apakah baik atau jelek..&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Pemalsuan JUMLAH,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;dilakukan dengan menambah volume madu &quot;asli” dengan madu &quot;palsu”, misalkan mencampurkan gula/madu buatan yang relatif lebih murah untuk kemudian diaduk.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Pemalsuan MUTU,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;biasanya dilakukan dengan mengubah kadar air madu yang tadinya tinggi, lalu diturunkan dengan pemanasan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Pemalsuan MENYELURUH,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;yakni madu yang diklaim &quot;asli” padahal sebenarnya 100% buatan, jadi bukan madu yang nerasal dari lebah dengan komposisi aslinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Secara kasat mata memang sulit membedakannya, diperlukan pengujian kuantitatif untuk memastikan keaslian madu. Lewat uji kuantitas, madu dapat diperkirakan dipalsukan atau ditambahkan sesuatu apabila; kadar sukrosa madu naik, kadar enzim naik/turun, kadar abu menjadi naik/turun, daya hantar listrik naik, kandungan pollen dalam sedimen turun, kandungan mineral turun, aroma dan rasa berubah, kandungan HMF (Hidroksi metal Furfuraldehid) berubah, kadar protein turun, warnanya terang, madu mengandung PbCl2, PbSO4, anion dan kation.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kandungan HMF yang merupakan produk pemecahan glukosa dan fruktosapada madu asli maksimal 3 mg/100 gram. Madu asli juga memiliki keasaman (pH) yang tetap berkisar 3,4 – 4,5, sedangkan pH madu palsu 2,4 – 3,3 atau diatas 5. Aktifitas enzim diastase pada madu asli yang berkualitas minimal 5 dengan rasio Kalium (K) dan Natrium (Na) sekitar 4,0. Pada madu palsu rasionya 0,05-0,1. Madu asli memiliki sifat khas memutar optic ke kiri yang bisa diperiksa dengan alat polarimeter. ( Sumber : Buku Terapi Madu, penulis dr. Adji Suranto,SpA. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta, 2007.)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Secara sederhana, madu asli dan palsu dapat dibedakan dengan melihat ciri khas fisik madu asli sebagai berikut :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Menggoyang-goyangkan Madu dlm wadah air.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan cara menggoyang-goyang kan madu di dalam air sehingga terbentuk gambar sarang Lebah. Insya Allah ini menandakan madu asli.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Memanaskan Madu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dimana Madu dipanaskan dalam sebuah sendok lalu dibiarkan sampai waktu tertentu. Jika madu tersebut Asli, maka Madu tersebut akan luber dan jatuh dari wadah tersebut .&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Mencampur Madu dengan Telur Ayam Kampung.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dimana telur ayam kampung dimasukkan ke dalam wadah gelas, lalu dicampur dengan Madu. Setelah beberapa saat, bila madu tersebut asli maka kuning telur tersebut akan menggumpal dan bila di makan serasa seperti sudah di masak.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;4. Memasukkan Madu dalam Air.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tes ini dilakukan dengan menuangkan madu ke dalam gelas yang berisi air dingin, bila madu itu Asli, maka madu tersebut akan langsung jatuh ke dasar gelas dan tidak berpendar. Disamping itu, salah satu ciri madu Asli adalah ketika dimasukkan ke dalam air, madu tersebut tetap solid dan tidak membuat air menjadi keruh ketika blm diaduk, tetapi setelah diaduk maka air akan terlihat keruh.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;5. Meneteskan Madu di selembar kertas Koran.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tes ini dilakukan dengan meneteskan madu ke selembar kertas koran dan kertas foto copy. Bila Madu tersebut asli, maka madu tersebut tidak akan merembes pada kertas tersebut.
Sayangnya, saat ini banyak madu palsu yang menyerupai madu asli hingga cara-cara tersebut hanya bisa sebagai bahan pertimbangan saja (tidak mutlak, ed). Tipsnya adalah dengan membeli madu di tempat yang sudah terpercaya. Bila terpaksa membeli di tempat lain, bandingkan apakah harganya tidak terlalu beda jauh dengan madu sejenis dari merk lain. Jika harganya sangat murah, bias jadi madu tersebut adalah madu buatan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://madumultivit.do.am/news/tes_keaslian_madu/2012-05-10-20</link>
			<dc:creator>admin</dc:creator>
			<guid>https://madumultivit.do.am/news/tes_keaslian_madu/2012-05-10-20</guid>
			<pubDate>Wed, 09 May 2012 20:45:38 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Mengapa Madu Mengkristal</title>
			<description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kristalisasi merupakan proses alami yang merubah cairan madu menjadi padatan/gumpalan. Kristalisasi terjadi ketika glukosa, yang merupakan salah satu dari dua jenis gula utama yang ada pada madu ( glukosa dan fruktosa ) secara spontan memisah dari ikatannya. Glukosa kehilangan air ( menjadi glukose monohhydrate) berubah bentuk menjadi kristal yang mengikat komponen madu lainnya membentuk semi padatan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Banyak faktor yang mempengaruhi kristalisasi pada madu, yaitu sebagai berikut :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Faktor utama yang berpengaruh yaitu kadar glukosa dan kadar air. Kadar glukosa dan kadar air yang tinggi (seperti pada madu karet, kaliandra,kopi) mempercepat proses kristalisasi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Adanya partike-pertikel kecil seperti debu, bee pollen, sisa lilin atau propolis, dan gelembung udara pada madu dapa...</description>
			<content:encoded>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kristalisasi merupakan proses alami yang merubah cairan madu menjadi padatan/gumpalan. Kristalisasi terjadi ketika glukosa, yang merupakan salah satu dari dua jenis gula utama yang ada pada madu ( glukosa dan fruktosa ) secara spontan memisah dari ikatannya. Glukosa kehilangan air ( menjadi glukose monohhydrate) berubah bentuk menjadi kristal yang mengikat komponen madu lainnya membentuk semi padatan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Banyak faktor yang mempengaruhi kristalisasi pada madu, yaitu sebagai berikut :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Faktor utama yang berpengaruh yaitu kadar glukosa dan kadar air. Kadar glukosa dan kadar air yang tinggi (seperti pada madu karet, kaliandra,kopi) mempercepat proses kristalisasi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Adanya partike-pertikel kecil seperti debu, bee pollen, sisa lilin atau propolis, dan gelembung udara pada madu dapat juga menstimulasi kristalisasi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Umumnya terjadinya kristalisasi tergantung dari jenis madu dan penaganan pasca panen, dan kondisi penyimpanan. Kristalisasi pada madu mengurangi kualitas madu yang dijual, kondisi ketika padatan madu sudah mencair akan mempercepat pertumbuhan khamir pada madu sehingga terjadilah fermentasi yang menghasilkan rasa asam pada madu.&amp;nbsp;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kristalisasi pada madu dapat dikurangi dengan menjaga suhu madu pada 40 derajat celcius sampai tujuh puluh satu derajat celcius selama pembotolan, penyaringan madu sebelum dikemas untuk menghilangkan partikel-partikel yang dapat memancing kristalisasi ( National Honey Board, 2006 ).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika madu sudah terlanjur mengkristal sebaiknya madu dituang ke wadah dan rendam dalam air hangat sambil di aduk sampai kristalnya hancur. Atau tuang madu ke wadah yang tahan panas kemudian panaskan dalam microwave, aduk setiap 30 detik sampai kristalnya mencair. Ingat, untuk mencairkan kembali kristal madu tidak dianjurkan untuk merebusnya. (source: Media Madu Pramuka)&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://madumultivit.do.am/news/mengapa_madu_mengkristal/2012-05-10-19</link>
			<dc:creator>admin</dc:creator>
			<guid>https://madumultivit.do.am/news/mengapa_madu_mengkristal/2012-05-10-19</guid>
			<pubDate>Wed, 09 May 2012 20:38:54 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Manfaat dan Khasiat Propolis Bagi Kesehatan</title>
			<description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Propolis adalah getah yang dikumpulkan oleh lebah dari berbagai jenis pucuk tanaman dan dari tanaman yang patah. Getah tanaman tersebut kemudian dicampur dengan enzim yang terdapat dalam kelenjar ludah lebah dan digunakan untuk melindungi sarang dari berbagai bakteri, virus dan jamur. Propolis tidak hanya penting bagi koloni lebah tetapi juga penting bagi kesehatan manusia maupun hewan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Propolis memiliki komposisi yang sangat kompleks. Pengetahuan yang lengkap terhadap komposisi propolis sangat membantu untuk memanfaatkan propolis di bidang kesehatan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Manfaat propolis, insya Allah sangat berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit seperti :
Sakit kepala, migrain, rambut rontok, insomnia, stress tekanan kerja, beruban, ketombe, mata merah, sakit tenggorokan, sakit gigi, tumor otak, s...</description>
			<content:encoded>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Propolis adalah getah yang dikumpulkan oleh lebah dari berbagai jenis pucuk tanaman dan dari tanaman yang patah. Getah tanaman tersebut kemudian dicampur dengan enzim yang terdapat dalam kelenjar ludah lebah dan digunakan untuk melindungi sarang dari berbagai bakteri, virus dan jamur. Propolis tidak hanya penting bagi koloni lebah tetapi juga penting bagi kesehatan manusia maupun hewan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Propolis memiliki komposisi yang sangat kompleks. Pengetahuan yang lengkap terhadap komposisi propolis sangat membantu untuk memanfaatkan propolis di bidang kesehatan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Manfaat propolis, insya Allah sangat berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit seperti :
Sakit kepala, migrain, rambut rontok, insomnia, stress tekanan kerja, beruban, ketombe, mata merah, sakit tenggorokan, sakit gigi, tumor otak, stroke, epilepsi, kesuburan, keracunan, batu ginjal, gigitan hewan berbisa, rabies, ketegangan bahu, kegemukan, rematik, pegal linu, lemah, letih, lesu, TBC, paru2, asma, sesak napas, batuk berdahak, demam, wasir, kolestrol, jantung, keriput, cacar air, kutu air, eksim, kurap, jerawat hitam, luka bakar, dllBuang Air Tidak teratur, Sulit buang angin, jerawat, asma, Bangun pagi terasa pegal, Mudah lemas, Mudah mengantuk, Nyeri dada, Masuk angin sampai dengan asam urat, vitalitas sex dan kanker serta penyakit ringan maupun akut yang lainnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;CARA MENGKONSUMSI / PEMAKAIAN PROPOLIS:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Diminum : teteskan propolis dengan 1/4 gelas air putih lalu dikocok (sangat bagus dicampur dengan madu).
- Orang sehat : 3-5 tetes, 2-5 kali sehari
- Orang sakit : 5-7 tetes, 4-5 kali sehari&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Bisa Diteteskan di bagian bawah lidah cukup 2-3 tetes terutama untuk penyakit flu / batuk / gangguan pencernaan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Penyembuhan luar: oleskan propolis secara merata pada bagian tubuh yang luka atau sakit.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;4. Propolis dapat dikonsumsi dengan obat-obat lainnya tanpa ada efek samping.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Propolis mempunyai reaksi dengan kecepatan yang luar biasa. Reaksi / efek propolis untuk penyakit tertentu, dapat dirasakan hanya dalam hitungan menit. Reaksi tersebut kadang-kadang menyebabkan rasa kurang nyaman pada tubuh, misalnya:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;* Mual dan diare: proses penyembuhan gangguan pencernaan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;* Pusing-pusing: proses penyembuhan pencernaan dan gangguan pada kepala&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;* Demam: proses pengikatan virus dan bakteri
 atau indikasi bahwa di dalam tubuh terlalu banyak virus dan bakteri.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;* Gatal-gatal: proses pembuangan racun lewat kulit tubuh&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;* Mengantuk: proses penyembuhan fungsi hati dan detoksifikasi tubuh&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;* Batuk dan bersin-bersin: proses pengeluaran racun lewat dahak dan perbaikan fungsi paru-paru&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;* Bèsèr: proses pembuangan racun lewat air seni&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;* Kejang-kejang: proses penyembuhan peradangan ginjal&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;* Nyeri Sendi: proses penyembuhan rheumatik&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;* Berkeringat: proses pembuangan racun lewat kulit&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;* Pegal-pegal: proses pembuangan racun dan pembersihan zat-zat dalam pembuluh darah
Reaksi dan kecepatan reaksi setiap orang berbeda.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;KOMPOSISI DAN MANFAAT PROPOLIS&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Profesor Stefan Stangaciu tahun 2005 menyebutkan bahwa propolis memiliki banyak manfaat di bidang kesehatan dan saat ini digunakan secara luas sebagai obat berbagai penyakit.
Berdasarkan hasil penelitian terhadap berbagai tipe propolis didapatkan lebih dari 300 unsur di dalam propolis diantaranya adalah; Flavanoids, chalcones, dehydrochalcones, asam alipatik dan ester lainnya, asam alipatik rantai panjang, minyak volatil rantai pendek, asam aromatik dan ester lainnya, asam benzoik dan turunannya, aldehida, senyawa alkohol, asam sinamat dan turunannya, ketone, phenol, asam amino, vitamin, mineral. Adapun unsur propolis secara kuantitatif adalah sebagai berikut:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. 55 % getah&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. 7,5 – 35 % lilin&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. 10 % minyak esensial&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;4. 5 % pollen&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;5. 5 % asam amino&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;6. 4,4 – 19 % minyak atsiri&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebagai akibat dari komplek dan lengkapnya unsur yang terdapat dalam propolis, maka propolis memiliki lebih dari 60 manfaat positif bagi tubuh manusia. Manfaat positif propolis tersebut diantaranya:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;table style=&quot;border-collapse:collapse;width:100%;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;1. mengaktifkan makrofage, &lt;br&gt;2. menghambat pertumbuhan sel tumor pada usus besar, &lt;br&gt;3. efek pembekuan darah, alergy, &lt;br&gt;4. anti mikro organisme yang tahan terhadap asam, &lt;br&gt;5. anti alergi, &lt;br&gt;6. anti bakteri, &lt;br&gt;7. anti biotik, &lt;br&gt;8. anti jamur, &lt;br&gt;9. anti depresi, &lt;br&gt;10. anti pendarahan, &lt;br&gt;11. anti herves, &lt;br&gt;12. anti infeksi, &lt;br&gt;13. disenfektan, &lt;br&gt;14. anti pembengkakan, 15. anti leukeumia,&lt;/td&gt;&lt;td&gt;16. anti TBC, &lt;br&gt;17. antioksidan, &lt;br&gt;18. anti kejang, &lt;br&gt;19. anti stress, &lt;br&gt;20. anti septik, &lt;br&gt;21. anti virus, &lt;br&gt;22. menurunkan efek buruk akibat alkohol dan rokok, &lt;br&gt;23. menurunkan tekanan darah, &lt;br&gt;24. menurunkan kolesterol darah, &lt;br&gt;25. menghaluskan kulit, &lt;br&gt;26. anti glaukoma, &lt;br&gt;27. menurunkan resiko pecahnya pembuluh darah, &lt;br&gt;28. menurunkan efek negatif penyinaran kanker, &lt;br&gt;29. anti radiasi matahari, &lt;br&gt;30. meningkatkan biosintesa protein.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berdasarkan bayaknya manfaat propolis, terdapat lebih dari 300 jenis penyakit yang berasal dari seluruh sistem tubuh manusia, mulai dari sistem pencernaan; sistem pertahanan; sistem saraf, sistem sekresi, sistem kelenjar, sistem reproduksi, sistem pernapasan, sistem ekresi, dan sistem sirkulasi yang bisa diobati dengan propolis.
(Sumber : forum.detik.com)&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://madumultivit.do.am/news/manfaat_dan_khasiat_propolis_bagi_kesehatan/2012-05-10-18</link>
			<dc:creator>admin</dc:creator>
			<guid>https://madumultivit.do.am/news/manfaat_dan_khasiat_propolis_bagi_kesehatan/2012-05-10-18</guid>
			<pubDate>Wed, 09 May 2012 20:26:13 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>MADU, SUMBER GIZI BALITA</title>
			<description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Balita Anda susah makan? Sebelum menderita kurang gizi, beri dia madu setiap hari. Dari penelitian terbukti, madu bisa menambah nafsu makan, menurunkan tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek, di samping itu lengkap kandungan gizinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memberi makan anak-anak usia di bawah lima tahun (balita) memang gampang-gampang susah. Kalau si anak punya nafsu makan tinggi, orang tua tidak bakal repot. Diberi makan apa saja balita itu akan menyantapnya dengan lahap. Sebaliknya, anak balita yang bernafsu makan rendah atau susah makan, membuat orang tua sering kewalahan, bahkan hampir kehilangan akal untuk membujuknya makan.&amp;nbsp;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berbagai jenis makanan dicobakan. Reaksi si anak cuma membuang kembali makanan di mulutnya bila tidak sesuai kesukaannya. Celakanya, makanan kesukaannya justru kurang...</description>
			<content:encoded>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Balita Anda susah makan? Sebelum menderita kurang gizi, beri dia madu setiap hari. Dari penelitian terbukti, madu bisa menambah nafsu makan, menurunkan tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek, di samping itu lengkap kandungan gizinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memberi makan anak-anak usia di bawah lima tahun (balita) memang gampang-gampang susah. Kalau si anak punya nafsu makan tinggi, orang tua tidak bakal repot. Diberi makan apa saja balita itu akan menyantapnya dengan lahap. Sebaliknya, anak balita yang bernafsu makan rendah atau susah makan, membuat orang tua sering kewalahan, bahkan hampir kehilangan akal untuk membujuknya makan.&amp;nbsp;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berbagai jenis makanan dicobakan. Reaksi si anak cuma membuang kembali makanan di mulutnya bila tidak sesuai kesukaannya. Celakanya, makanan kesukaannya justru kurang bergizi. Padahal, variasi makanan sangat perlu. Kalau keadaan ini berlanjut bisa-bisa si anak menderita kurang makan dan kurang gizi, sehingga mudah sakit. Akibat semua itu proses tumbuh kembangnya menjadi tidak normal. Yang paling merisaukan, bila ia menjadi bagian dari generasi tanpa masa depan (lost generation).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Meningkatkan nafsu makan 
Untunglah ada hasil penelitian Y. Widodo. Peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi di Bogor ini, tahun lalu membawa kabar gembira bagi para orang tua yang memiliki anak kurang energi protein (KEP). Ia melaporkan bahwa pemberian madu secara teratur setiap hari dapat menurunkan tingkat morbiditas (panas dan pilek) dan memperbaiki nafsu makan anak balita. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penelitian dilakukan terhadap balita pasien Klinik Gizi, Puslitbang Gizi, yang menderita kurang energi protein (KEP) akibat krismon. Ada 51 balita usia 13 - 36 bulan yang terlibat dalam penelitian. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, pertama Kelompok Madu (25 orang) sebagai sampel, dan kedua Kelompok Sirop (26 orang) sebagai kontrol. Kedua kelompok sama-sama diberi tambahan vitamin B-kompleks dan vitamin C (50 mg).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Indikator yang diamati antara lain data antropometri (umur, bobot badan, tinggi/panjang badan), sosial-ekonomi, recall konsumsi, riwayat kesehatan anak pada saat sebelum, selama, dan sesudah perlakuan sekitar dua bulan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hasil penelitian menunjukkan, tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek kelompok madu atau sampel menurun, nafsu makan meningkat, porsi dan frekuensi makan bertambah, sehingga konsumsi energi dan protein mereka juga meningkat dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mendapat sirop.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Manfaat kesehatan pemberian madu yang tampak dalam penelitian tersebut antara lain disebabkan oleh dua hal. Pertama, madu merupakan makanan yang mengandung aneka zat gizi sedangkan gula hanya mengandung energi atau kalori. Kedua, madu ternyata juga mengandung senyawa yang bersifat antibiotik.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Mengandung faktor pertumbuhan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kandungan gizi utama madu adalah aneka senyawa karbohidrat seperti gula fruktosa (41,0%), glukosa (35%), sukrosa (1,9%), dan dekstrin (1,5%). Karbohidrat madu ikut menambah pasokan sebagian energi yang diperlukan balita.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kadar protein dalam madu relatif kecil, sekitar 2,6%. Namun kandungan asam aminonya cukup beragam, baik asam amino esensial maupun non-esensial. Asam amino tersebut turut pula memasok sebagian keperluan protein tubuh balita.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Vitamin yang terdapat dalam madu antara lain vitamin B1, vitamin B2, B3, B6, dan vitamin C. Sementara mineral yang terkandung dalam madu antara lain kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi, tembaga, fosfor, dan sulfur. Meskipun jumlahnya relatif sedikit, mineral madu merupakan sumber ideal bagi tubuh manusia karena imbangan dan jumlah mineral madu mendekati yang terdapat dalam darah manusia.&amp;nbsp;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penelitian menunjukkan, madu juga mengandung faktor pertumbuhan. Dilaporkan, stek batang pohon yang dicelupkan dalam madu akan lebih cepat berakar dan tumbuh lebih baik dibandingkan dengan stek yang ditanam tanpa perlakuan madu. Perbandingan kadar zat gizi madu secara umum terhadap gula pasir dapat dilihat pada tabel.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Madu juga mengandung zat antibiotik. Kandungan ini merupakan salah satu keunikan madu. Penelitian Peter C. Molan (1992), peneliti dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto, di Hamilton, Selandia Baru membuktikan, madu mengandung zat antibiotik yang aktif melawan serangan berbagai patogen penyebab penyakit.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Beberapa penyakit infeksi berbagai patogen yang dapat &quot;disembuhkan” dan dihambat dengan (minum) madu secara teratur antara lain penyakit lambung dan saluran pencernaan; penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk dan demam; penyakit jantung, hati, dan paru; penyakit-penyakit yang dapat mengganggu mata, telinga, dan syaraf.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berdasarkan hasil penelitian Kamaruddin (1997), peneliti dari Departement of Biochemistry, Faculty of Medicine, Universiti of Malaya, di Kualalumpur, paling tidak ada empat faktor yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antibakteri pada madu. Pertama, kadar gula madu yang tinggi akan menghambat pertumbuhan bakteri sehingga bakteri tersebut tidak dapat hidup dan berkembang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kedua, tingkat keasaman madu yang tinggi (pH 3.65) akan mengurangi pertumbuhan dan daya hidupnya sehingga bakteri tersebut merana atau mati. Ketiga, adanya senyawa radikal hidrogen peroksida yang bersifat dapat membunuh mikroorganisme patogen. Dan faktor keempat, adanya senyawa organik yang bersifat antibakteri. Senyawa organik tersebut tipenya bermacam-macam. Yang telah teridentifikasi antara lain seperti polyphenol, flavonoid, dan glikosida.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Takaran minum madu&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari madu, cairan manis yang menjadi cadangan makanan koloni lebah ini harus dikonsumsi secara teratur. Dalam penelitian Widodo tersebut balita sampel diberi madu sebanyak 20 gram setiap hari. Madu tersebut tidak dianjurkan untuk bayi usia 0 - 4 bulan, karena makanan pertama dan yang utama untuk mereka adalah air susu ibunya (ASI). Setelah usia 4 bulan baru boleh diberi madu seiring dengan pemberian makanan tambahan sesuai anjuran.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menurut Muhilal, 2-3 sendok makan madu 2 X sehari sudah cukup memadai untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh. Namun untuk penyembuhan atau pengobatan, madu lebih baik dikonsumsi dalam bentuk larutan dalam air karena akan memudahkan penyerapannya di dalam tubuh. Madu tersebut sebaiknya dikonsumsi dua jam sebelum makan atau tiga jam sesudah makan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain menambahkan madu pada menu makanan balita secara teratur, tentu saja berbagai upaya kesehatan lainnya seperti pengobatan medis, pemberian makanan tambahan, dan imunisasi umum, harus pula dilakukan. Upaya tersebut akan lebih mempercepat upaya pemulihan kesehatan dan perbaikan gizi balita, terutama yang susah makan, sehingga mereka terhidar kemungkinan menjadi generasi tanpa masa depan (Mohamad Harli, Sarjana Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, IPB)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;mso-ansi-language:SV&quot;&gt;DAFTAR KOMPOSISI
ZAT GIZI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;mso-ansi-language:SV&quot;&gt;MADU DAN GULA
PASIR (PER 100 G)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;

&lt;table class=&quot;MsoNormalTable&quot; border=&quot;1&quot; cellspacing=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; style=&quot;border-collapse:collapse;border:none;mso-border-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;
 &lt;td width=&quot;211&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:2.2in;border:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;ZAT GIZI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;108&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:81.0pt;border:solid windowtext 1.0pt;
 border-left:none;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-alt:
 solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;MADU&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;99&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:74.55pt;border:solid windowtext 1.0pt;
 border-left:none;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-alt:
 solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;GULA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
 &lt;td width=&quot;211&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:2.2in;border-top:none;border-left:solid windowtext 1.0pt;
 border-bottom:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;mso-border-top-alt:
 solid windowtext .5pt;mso-border-top-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:
 solid windowtext .5pt;mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:
 0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;Energi
 (Kkalori)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;108&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:81.0pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-top-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-top-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;304&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;99&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:74.55pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-top-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-top-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;385&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
 &lt;td width=&quot;211&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:2.2in;border-top:none;border-left:solid windowtext 1.0pt;
 border-bottom:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;mso-border-left-alt:
 solid windowtext .5pt;mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:
 0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;Protein
 (g)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;108&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:81.0pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;0,3&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;99&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:74.55pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
 &lt;td width=&quot;211&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:2.2in;border-top:none;border-left:solid windowtext 1.0pt;
 border-bottom:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;mso-border-left-alt:
 solid windowtext .5pt;mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:
 0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;Karbohidrat
 (g&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;108&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:81.0pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;82,3&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;99&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:74.55pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;99,5&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
 &lt;td width=&quot;211&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:2.2in;border-top:none;border-left:solid windowtext 1.0pt;
 border-bottom:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;mso-border-left-alt:
 solid windowtext .5pt;mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:
 0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;Serat
 (g)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;108&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:81.0pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;0,1&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;99&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:74.55pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
 &lt;td width=&quot;211&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:2.2in;border-top:none;border-left:solid windowtext 1.0pt;
 border-bottom:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;mso-border-left-alt:
 solid windowtext .5pt;mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:
 0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;108&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:81.0pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;99&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:74.55pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
 &lt;td width=&quot;211&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:2.2in;border-top:none;border-left:solid windowtext 1.0pt;
 border-bottom:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;mso-border-left-alt:
 solid windowtext .5pt;mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:
 0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;Vitamin:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;108&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:81.0pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;99&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:74.55pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
 &lt;td width=&quot;211&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:2.2in;border-top:none;border-left:solid windowtext 1.0pt;
 border-bottom:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;mso-border-left-alt:
 solid windowtext .5pt;mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:
 0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;Vitamin
 B&lt;sub&gt;6&lt;/sub&gt; (mg)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;108&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:81.0pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;0,02&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;99&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:74.55pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
 &lt;td width=&quot;211&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:2.2in;border-top:none;border-left:solid windowtext 1.0pt;
 border-bottom:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;mso-border-left-alt:
 solid windowtext .5pt;mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:
 0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;Vitamin
 C (mg)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;108&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:81.0pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;1,0&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;99&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:74.55pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
 &lt;td width=&quot;211&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:2.2in;border-top:none;border-left:solid windowtext 1.0pt;
 border-bottom:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;mso-border-left-alt:
 solid windowtext .5pt;mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:
 0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;Riboflavin
 (mg)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;108&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:81.0pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;0,04&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;99&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:74.55pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
 &lt;td width=&quot;211&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:2.2in;border-top:none;border-left:solid windowtext 1.0pt;
 border-bottom:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;mso-border-left-alt:
 solid windowtext .5pt;mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:
 0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;Niasin
 (mg)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;108&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:81.0pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;0,3&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;99&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:74.55pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
 &lt;td width=&quot;211&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:2.2in;border-top:none;border-left:solid windowtext 1.0pt;
 border-bottom:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;mso-border-left-alt:
 solid windowtext .5pt;mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:
 0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;Pantotenat
 (mg)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;108&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:81.0pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;0,2&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;99&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:74.55pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
 &lt;td width=&quot;211&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:2.2in;border-top:none;border-left:solid windowtext 1.0pt;
 border-bottom:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;mso-border-left-alt:
 solid windowtext .5pt;mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:
 0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;Asam
 folat (mg)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;108&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:81.0pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;3,0&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;99&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:74.55pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
 &lt;td width=&quot;211&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:2.2in;border-top:none;border-left:solid windowtext 1.0pt;
 border-bottom:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;mso-border-left-alt:
 solid windowtext .5pt;mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:
 0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;108&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:81.0pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;99&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:74.55pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
 &lt;td width=&quot;211&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:2.2in;border-top:none;border-left:solid windowtext 1.0pt;
 border-bottom:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;mso-border-left-alt:
 solid windowtext .5pt;mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:
 0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;Mineral:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;108&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:81.0pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;99&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:74.55pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
 &lt;td width=&quot;211&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:2.2in;border-top:none;border-left:solid windowtext 1.0pt;
 border-bottom:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;mso-border-left-alt:
 solid windowtext .5pt;mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:
 0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;Kalsium
 (mg)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;108&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:81.0pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;5,0&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;99&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:74.55pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
 &lt;td width=&quot;211&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:2.2in;border-top:none;border-left:solid windowtext 1.0pt;
 border-bottom:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;mso-border-left-alt:
 solid windowtext .5pt;mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:
 0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;Fosfor
 (mg)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;108&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:81.0pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;6,0&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;99&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:74.55pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
 &lt;td width=&quot;211&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:2.2in;border-top:none;border-left:solid windowtext 1.0pt;
 border-bottom:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;mso-border-left-alt:
 solid windowtext .5pt;mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:
 0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;Natrium
 (mg)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;108&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:81.0pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;5,0&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;99&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:74.55pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;1,0&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
 &lt;td width=&quot;211&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:2.2in;border-top:none;border-left:solid windowtext 1.0pt;
 border-bottom:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;mso-border-left-alt:
 solid windowtext .5pt;mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:
 0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;Kalium
 (mg)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;108&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:81.0pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;51,0&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;99&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:74.55pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
 &lt;td width=&quot;211&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:2.2in;border-top:none;border-left:solid windowtext 1.0pt;
 border-bottom:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;mso-border-left-alt:
 solid windowtext .5pt;mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:
 0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;Magnesium
 (mg)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;108&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:81.0pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;3,0&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;99&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:74.55pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
 &lt;td width=&quot;211&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:2.2in;border-top:none;border-left:solid windowtext 1.0pt;
 border-bottom:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;mso-border-left-alt:
 solid windowtext .5pt;mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:
 0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;Fe
 (mg)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;108&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:81.0pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;0,5&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;99&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:74.55pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
 &lt;td width=&quot;211&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:2.2in;border-top:none;border-left:solid windowtext 1.0pt;
 border-bottom:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;mso-border-left-alt:
 solid windowtext .5pt;mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:
 0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;Zn
 (mg)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;108&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:81.0pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;0,1&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;99&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:74.55pt;border:none;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
 &lt;td width=&quot;211&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:2.2in;border:solid windowtext 1.0pt;
 border-top:none;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-bottom-alt:
 solid windowtext .5pt;mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;padding:
 0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;Copper
 (mg)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;108&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:81.0pt;border-top:none;border-left:
 none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-bottom-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;
 padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;0,2&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;td width=&quot;99&quot; valign=&quot;top&quot; style=&quot;width:74.55pt;border-top:none;border-left:
 none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-border-bottom-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-right-alt:solid windowtext .5pt;
 padding:0in 5.4pt 0in 5.4pt&quot;&gt;
 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align:center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;

&lt;/div&gt;

&lt;i&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: normal; &quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size:11.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;mso-fareast-font-family:
&quot;Times New Roman&quot;;mso-ansi-language:EN-US;mso-fareast-language:EN-US;
mso-bidi-language:AR-SA&quot;&gt;Sumber: Food and Nutrition Encyclopedia (1994)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://madumultivit.do.am/news/madu_sumber_gizi_balita/2012-04-24-17</link>
			<dc:creator>admin</dc:creator>
			<guid>https://madumultivit.do.am/news/madu_sumber_gizi_balita/2012-04-24-17</guid>
			<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 12:20:52 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Madu: Pembunuh Kuman &amp; Memperlambat Proses Degeneratif</title>
			<description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Kalau Anda ingin awet muda serta masih tetap segar sekalipun sudah tua, maka minumlah madu secara rutin”. Begitulah anjuran Ibnu Sina, ilmuwan Besar Islam abad ke-10. Bukan hanya Ibnu Sina, tokoh-tokoh sebelumnya seperti Democritus (pencetus teori atomistis), Hipocrates (dokter, pemikir dan ahli filsafat), Aristoteles (bapak ilmu alami dan kedokteran) telah membuktikan pula khasiat madu tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keberadaan lebah madu dengan berbagai jenis hasilnya terutama madu merupakan karunia yang besar dari Allah SWT untuk hamba-Nya. Firman-Nya:
&lt;i&gt;Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: &quot;Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dal...</description>
			<content:encoded>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Kalau Anda ingin awet muda serta masih tetap segar sekalipun sudah tua, maka minumlah madu secara rutin”. Begitulah anjuran Ibnu Sina, ilmuwan Besar Islam abad ke-10. Bukan hanya Ibnu Sina, tokoh-tokoh sebelumnya seperti Democritus (pencetus teori atomistis), Hipocrates (dokter, pemikir dan ahli filsafat), Aristoteles (bapak ilmu alami dan kedokteran) telah membuktikan pula khasiat madu tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keberadaan lebah madu dengan berbagai jenis hasilnya terutama madu merupakan karunia yang besar dari Allah SWT untuk hamba-Nya. Firman-Nya:
&lt;i&gt;Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: &quot;Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (An-Nahl: 68 – 69)&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada ayat tersebut di atas secara eksplisit Allah SWT mengungkapkan salah satu manfaat madu yaitu sebagai obat yang menyembuhkan bagi manusia. Dan kalau diperhatikan secara seksama pada penghujung ayat itu secara tidak langsung Allah SWT memerintahkan hambaNya untuk &quot;memikirkan” tentang seluk beluk lebah dan madu ini. Memikirkan di sini mengandung arti rangkaian aktivitas: memperhatikan (dengan cermat), mengumpulkan data, menganalisis/mengadakan riset dan membuat kesimpulan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan rangkaian aktivitas memikirkan tersebut diharapkan bukan hanya dapat mengungkap ayat di atas secara eksplisit yaitu penyakit-penyakit yang dapat disembuhkan oleh madu, melainkan juga dapat mengungkapkan makna ayat secara implicit yaitu manfaat-manfaat lain dari madu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari hasil pengalaman dan penelitian, ternyata madu bukan saja bermacam-macam warnanya melainkan juga memiliki bermacam-macam manfaat. Bahan makanan yang berbentuk cairan kental manis itu, di samping berfungsi sebagai obat, juga merupakan bahan makanan bernutrisi lengkap dan bergizi tinggi serta bisa digunakan sebagai pengawet, campuran bahan kosmetik dan sebagainya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Madu tidak perlu dicerna dalam tubuh manusia, karena sudah terlebih dulu dicerna dalam pencernaan lebah madu. Karena itu madu dapat cepat diserap ke dalam tubuh dan saluran pencernaan terhindar dari fermentasi. Dua puluh menit setelah dikonsumsi, madu sudah berada dalam aliran/peredaran darah manusia. Di dalam tubuh, madu dengan cepat mensuplai tenaga sehingga cocok sekali bila diminum sebagai pendamping sarapan pagi agar tubuh segera siap digunakan untuk beraktivitas penuh seharian.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dr. W.G. Sackett, seorang bakteriologis dari Akademi Pertanian Colorado telah melakukan penelitian mengenai pengaruh madu terhadap mikroorganisme penyebab penyakit. Ia menempatkan berbagai kuman penyakit dalam media madu murni. Hasilnya sungguh mengejutkan, dalam beberapa jam/hari setiap mikroorganisme penyebab penyakit mati. Kuman penyakit typhus mati dalam 48 jam. Basil serupa lain yang disebut typhosus A dan B mati setelah 24 jam. Basil ty-phoid (sejenis mikroorganisme yang dijumpai dalam air dan tinja) mati dalam 5 jam. Basil penyebab Bronchopneumonia binasa pada hari ke-4, bersamaan dengan itu mati pula basil-basil penyebab peritonitis, pleuritis dan pembengkakan suppuratif. Basil penyebab disentri mati dalam 10 jam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan mikroorganisme terutama bakteri akan terganggu dengan kehadiran madu. Dr. Jarvis menyatakan bahwa hal ini terjadi karena madu mengandung kalium yang cukup tinggi. Unsur ini mampu menarik cairan inti bakteri hingga mati. Madu sangat berperan dalam pertumbuhan janin dan bayi. Madu membantu janin membentuk susunan saraf yang baik. Bagi bayi, madu dapat berfungsi sebagai makanan tambahan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebagaimana diketahui bahwa Air Susu Ibu (ASI) yang normal merupakan makanan terbaik bagi bayi. Namun seiring dengan bertambah besarnya bayi, kualitas dan kuantitas ASI pun semakin menurun.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di samping ASI, bentuk diet lain yang sesuai dengan kebutuhan bayi adalah susu sapi yang dimodifikasi dan diberi zat pemanis. Terdapat berbagai zat pemanis agar susu sapi mendekati kebutuhan tubuh sang bayi. Gula yang paling sering digunakan untuk keperluan ini adalah glukosa dan dekstrimaltosa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hasil penelitian menyebutkan bahwa madu yang lebih mahal dari glukosa namun lebih murah dari pada dekstrimaltosa, ternyata lebih bermanfaat dari kedua jenis gula ini untuk memodifikasi susu. Hal ini karena madu mengandung mineral-mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh bayi. Di samping itu madu memiliki aroma yang menarik selera sehingga sebagian besar bayi dapat menerimanya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Prof. Dr. Linus Pauling, seorang pakar kimia terkenal, memperkenalkan teori ONM (Ortho Molecular Nutritional Medicine) Dalam teorinya tersebut Pauling Menyatakan bahwa kerja sel tubuh yang normal menyebabkan pemiliknya tetap sehat dan bugar. Hal ini akan dicapai kalau zat gizi yang terdapat di dalam sel cukup seimbang dengan kebutuhan sel untuk melakukan kegiatan metabolismenya. Madu mengandung zat gizi di dalam darah manusia. Apabila madu dikonsumsi secara teratur, maka akan terjadilah keseimbangan zat gizi tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan keseimbangan ini, maka zat gizi dapat pula berperan sebagai obat terutama untuk obat-obat penyakit degeneratif, atau kemunduran fungsi dan kerja sel akibat usia lanjut atau menua. Dengan demikian madu dapat dapat menghambat proses penuaan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagi kelompok orang yang memiliki sistem/susunan saraf yang terlalu aktif, madu akan sedikit menenangkannya. Dalam hal ini madu bertindak sebagai sedatif tubuh yang dapat menimbulkan efek kantuk dan membantu memproses tidur yang tenang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam bentuk larutan, madu digunakan untuk mengawetkan jenazah para raja Mesir kuno (Firaun) menjadi mummi. Jenazah-jenazah tersebut direndam terlebih dahulu selama beberapa hari dalam larutan madu untuk kemudian disemayamkan di dalam piramida. Tradisi pengawetan bahan dengan larutan madu saat ini masih dipakai oleh banyak suku bangsa di Afrika. Larutan ini digunakan untuk mengawetkan daging dan ikan hasil buruannya. Ternyata pengawetan dengan menggunakan larutan tersebut selain tahan lama, juga bau dan rasa dagingnya tidak berbeda dengan aslinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penggunaan madu sebagai bahan campuran untuk mempercantik wajah terutama kaum hawa, sudah sejak lama dipergunakan di Mesir, Yunani, Ethiopia dan Rusia. Saat ini banyak ditiru pula oleh bangsa-bangsa lain termasuk Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Salah satu resep dalam pengobatan tradisional Indonesia adalah: Satu butir telur, satu sendok madu dan tiga sendok susu diaduk rata, kemudian dipoleskan pada wajah dan leher. Biarkan kering dan mengeras, setengah jam kemudian basuh dengan air hangat lalu dengan air dingin.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Insya Allah kulit menjadi segar setelah tegang akibat kerja seharian.&amp;nbsp;Lebih-lebih bagi kaum muslimin dan muslimat, apabila setelah membilas diikuti dengan berwudlu maka pada wajah akan terasa segar luar dalam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam jangka pendek dan tidak mempertimbangkan multimanfaat madu, memang harga madu lebih mahal dari pada gula. Namun bila dikaji lebih dalam (dengan mempertimbangkan multimanfaat madu), maka dalam jangka panjang madu relatif lebih murahdari pada gula. Pemakai gula harus mengkonsumsi makanan yang lebih variatif untuk mencukupi gizi tubuh, yang berarti tambahan biaya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika sakit atau untuk keperluan perawatan tubuh agar tetap sehat dan percaya diri, maka suka maupun terpaksa untuk keperluan ini harus dikeluarkan biaya.
Dengan menyediakan makanan yang layak, seperti apa yang diwakili madu, secara konstruktif dapat mengurangi biaya-biaya untuk keperluan perawatan kesehatan dan kebugaran tubuh. Perawatan kesehatan memang bukan suatu paksaan, tetapi untuk mendapatkan kesehatan yang baik sudah seharusnya dibiayai.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;(Pikiran Rakyat, Jumat 21 Juli 1995, Joko Sarwono, Madu: Pembunuh Kuman &amp;amp; Memperlambat Proses Degeneratif, Bandung)&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://madumultivit.do.am/news/madu_pembunuh_kuman_memperlambat_proses_degeneratif/2012-04-24-16</link>
			<dc:creator>admin</dc:creator>
			<guid>https://madumultivit.do.am/news/madu_pembunuh_kuman_memperlambat_proses_degeneratif/2012-04-24-16</guid>
			<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 12:04:29 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Madu “Makanan Istimewa” untuk Kebugaran Tubuh</title>
			<description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Madu ternyata tak cuma nikmat diminum. Si kental manis asam ini juga baik untuk kesehatan tubuh pengonsumsinya. Bahkan, ia sudah mulai dilirik sebagai bahan obat.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Padahal, sebenarnya madu merupakan cadangan pakan bergizi tinggi bagi anak-anak lebah. Wajar kalau kemudian madu dimasukkan ke dalam kelompok bahan makanan bergizi oleh manusia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebagian masyarakat Indonesia yakin kalau madu merupakan cairan alami yang enak dan manis. Kita juga beranggapan, madu kental itu sebagai &quot;makanan istimewa” untuk kebugaran tubuh. Serta katanya, mampu menjaga lestarinya kemampuan seksual seseorang. Menurut sumber kepustakaan, setiap 1.000 g madu bernilai 3.280 kalori. Nilai kalori 1 kg madu sama dengan 50 butir telur atau 5,575 l susu, atau 1,680 kg daging.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-a...</description>
			<content:encoded>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Madu ternyata tak cuma nikmat diminum. Si kental manis asam ini juga baik untuk kesehatan tubuh pengonsumsinya. Bahkan, ia sudah mulai dilirik sebagai bahan obat.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Padahal, sebenarnya madu merupakan cadangan pakan bergizi tinggi bagi anak-anak lebah. Wajar kalau kemudian madu dimasukkan ke dalam kelompok bahan makanan bergizi oleh manusia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebagian masyarakat Indonesia yakin kalau madu merupakan cairan alami yang enak dan manis. Kita juga beranggapan, madu kental itu sebagai &quot;makanan istimewa” untuk kebugaran tubuh. Serta katanya, mampu menjaga lestarinya kemampuan seksual seseorang. Menurut sumber kepustakaan, setiap 1.000 g madu bernilai 3.280 kalori. Nilai kalori 1 kg madu sama dengan 50 butir telur atau 5,575 l susu, atau 1,680 kg daging.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebetulnya, khasiat madu amat berkaitan dengan kandungan gulanya yang tinggi. Yakni fruktosa 41%, glukosa 35%, dan sukrosa 1,9%. Serta unsur kan-dungan lainnya, seperti tepung sari ditambah berbagai enzim pencernaan. Lalu ada vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, antibiotika, dan lainnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Meski sama manisnya, perlakuan tubuh manusia terhadap madu yang manis itu berbeda dibandingkan dengan gula atau gula pasir. Madu dapat diproses langsung menjadi glukogen, sedangkan gula harus diproses terlebih dulu oleh enzim pencernaan di usus. Dengan demikian tubuh manusia bisa lebih cepat merasakan manfaat madu dibandingkan dengan gula pasir. Dari beberapa hal itu, rasanya bisa disimpulkan kalau madu bisa memberikan manfaat sangat penting dalam kehidupan manusia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Madu peternak&amp;nbsp;lebih baik&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Madu memang sudah dikenal sebagai sumber pakan berkhasiat, konon sejak ribuan tahun lalu. Dalam penggunaan sehari-hari, selain diminum dan dicicipi langsung, madu biasanya dipakai dalam industri susu bubuk, pabrik jamu, juga industri bahan makanan, misalnya untuk campuran roti, kue-kue, dan lainnya. Termasuk pula sebagai salah satu bahan makanan dalam kaleng, sirup, dan sebagainya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sayangnya, konsumen umumnya masih buta tentang mutu madu yang baik. Apalagi berbagai kemasan madu yang ada di pasaran jarang mencantumkan kandungan apa saja yang terdapat pada madu dalam botol itu. Seandainya dicantumkan pada kemasan, tetap saja sulit untuk mengetahui benar tidaknya kandungan 11 unsurnya, sebagai parameter yang ditentukan dalam Standar Industri Indonesia atau SII 0156-86.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penelitian dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan Balai Besar Penelitian dan Industri Hasil Pertanian Bogor pada 1991 menyimpulkan, mutu madu produksi Indonesia, umumnya masih berada di bawah ketentuan SII. Lebih mengejutkan lagi, hasil penelitian yang dilakukan Laboratorium FMIPA Universitas Brawijaya Malang pernah menyimpulkan bahwa mutu madu produksi petani peternak secara umum, lebih baik dibandingkan dengan madu yang dijual di toko-toko, dengan segala kemewahan merek dan kemasannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di sinilah perlunya peran para ahli untuk memberikan berbagai syarat madu yang memenuhi standar secara jelas dan ringkas, sehingga mudah diserap masyarakat luas. Di lain pihak perlu adanya itikad baik dan kejujuran dari para produsen serta penjual madu, sehingga berbagai macam madu yang beredar di pasaran tidak membingungkan kualitasnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bukan &quot;susu ratu”&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam perkembangan lebih lanjut, manusia menemukan produk lebah yang lebih hebat dibandingkan dengan madu, yaitu royal jelly alias &quot;susu ratu”.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam beberapa penelitian, royal jelly memberikan petunjuk katanya bisa menggantikan sel-sel tubuh yang mati, serta memelihara kebugaran tubuh. Juga disebut-sebut - lagi-lagi katanya - mampu mempertahankan keperkasaan lelaki. Bahkan, beberapa ahli lebah madu di Eropa kini kabarnya sedang meneliti kemungkinan royal jelly untuk mengobati penderita leukemia, kanker, dan AIDS.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Madu konon bisa menggantikan antibiotika bagi pasien pengidap kanker, juga menyembuhkan efek sampingan prosedur kuratif, dan obat rematik. Sedangkan venom atau racun lebah dapat untuk mengobati prostatitis kronis dan wasir. Juga dapat merehabilitasi pasien berpenyakit jantung, penyakit kulit, tukak lambung, luka bakar, dan sebagainya. Dalam suatu seminar internasional di Swis, tahun 1995, para peneliti dan ahli apiterapi juga ahli farmasi menyatakan dirinya siap bekerja sama secara internasional, untuk mengembangkan produksi obat-obatan dari produk lebah madu dan royal jelly.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Royal jelly yang disebut &quot;susu ratu” sebetulnya bukan susu. Apalagi madu yang dihasilkan sang ratu lebah. Itu sebetulnya bahan makanan khusus untuk ratu lebah. Diduga karena terus-menerus makan royal jelly, queen bee itu bisa berumur antara 5 - 6 tahun.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sejak 1922, seorang peneliti dari Prancis telah merekomendasikan royal jelly untuk pengobatan. Meski begitu sampai saat ini berbagai unsur yang terkandung di dalamnya belum bisa diketahui seluruhnya. Royal jelly yang manis agak kecut tetap merupakan misteri yang menggoda para ilmuwan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selebihnya, masih banyak laporan penelitian tentang berbagai produk lebah yang menunjukkan hasil positif untuk pengobatan, baik setelah mengonsumsi madu, tepung sari atau polen, maupun royal jelly. Sayangnya, kenyataan itu sulit diterima organisasi kesehatan dan perguruan tinggi kedokteran di beberapa negara dengan alasan kurangnya bukti ilmiah. Setidaknya, begitulah antara lain pernyataan pakar apiterapi dari Jerman. (Intisari)&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://madumultivit.do.am/news/madu_makanan_istimewa_untuk_kebugaran_tubuh/2012-04-24-15</link>
			<dc:creator>admin</dc:creator>
			<guid>https://madumultivit.do.am/news/madu_makanan_istimewa_untuk_kebugaran_tubuh/2012-04-24-15</guid>
			<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 11:35:24 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>KUMAN TIDAK MAMPU MELAWAN MADU</title>
			<description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://madumultivit.do.am/Artikel/madu2.jpg&quot; alt=&quot;&quot; align=&quot;left&quot; style=&quot;margin-bottom: 20px; margin-right: 20px; &quot;&gt;Ini merupakan judul sebuah artikel yang dimuat majalah Dis Lancet Infect edisi Februari 2003 yang ditulis oleh seorang Dr. Dixon, ia mengatakan, madu sangat kuat menguasai kuman. Sehingga tidak ada satu kuman pun yang sanggup berhadapan dengan madu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dr Dixon, merupakan seorang dari sekian banyak para ilmuwan yang diberi anugerah oleh Allah dapat mengkaji manfaat madu. Padahal, khasiat madu sudah diungkapkan oleh Sang Khalik melalui kitabnya: &quot;Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya, pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkannya.” (An-Nahl 69)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-...</description>
			<content:encoded>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://madumultivit.do.am/Artikel/madu2.jpg&quot; alt=&quot;&quot; align=&quot;left&quot; style=&quot;margin-bottom: 20px; margin-right: 20px; &quot;&gt;Ini merupakan judul sebuah artikel yang dimuat majalah Dis Lancet Infect edisi Februari 2003 yang ditulis oleh seorang Dr. Dixon, ia mengatakan, madu sangat kuat menguasai kuman. Sehingga tidak ada satu kuman pun yang sanggup berhadapan dengan madu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dr Dixon, merupakan seorang dari sekian banyak para ilmuwan yang diberi anugerah oleh Allah dapat mengkaji manfaat madu. Padahal, khasiat madu sudah diungkapkan oleh Sang Khalik melalui kitabnya: &quot;Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya, pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkannya.” (An-Nahl 69)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yang menarik, penderita kencing manis, yang oleh para dokter diminta untuk tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang manis, termasuk madu. Karena, dianggap bisa menaikkan kadar gula dalam tubuh. Ternyata, menurut penelitian, anjuran itu tidak berlaku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Madu, justru mampu menurunkan kadar gula di dalam darah orang yang terkena sakit gula. Beberapa penemuan membuktikan bahwa di dalam madu terdapat unsur oksidasi yang menjadi pengurai gula di dalam darah lebih mudah, yang tidak membuat kadar gula semakin bertambah tinggi. Madu yang kaya dengan vitamin B1, B5 dan G, justru sangat diperlukan bagi penderita kencing manis. Karena, madu mengandung sekitar 100 unsur berbeda yang dianggap sangat urgen bagi tubuh manusia, khususnya bagi penderita diabtesi tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seorang filsuf dan penulis Yunani, Athenaeus, menyatakan bahwa siapa saja yang rajin mengonsumsi madu setiap hari akan bebas dari penyakit selama hidupnya. Dia tidak mengada-ada karena di dalam madu memang termuat rupa-rupa nutrisi yang unik dan potensial untuk memelihara kesehatan dan kecantikan. Madu memiliki kekuatan menyembuhkan yang hebat. Berbagai nutrisi yang dikandungnya telah lama dimanfaatkan untuk mengatasi luka bakar, menambah stamina, menaikkan gairah seksual, bahkan dapat mencegah kanker. Cairan berwarna keemasan ini pun merupakan perawat keindahan kulit yang bermutu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seorang ilmuwan dari Universitas Illinois di Urbana, Amerika Serikat, menulis dalam Journal of Apicultural Research bahwa khasiat masing-masing madu bisa saja berbeda, namun semua jenis madu pasti mengandung antioksidan, seperti vitamin E dan vitamin C, yang sama kadarnya. Antioksidan tersebut diyakini mampu mencegah terjadinya kanker, penyakit jantung, dan penyakit lainnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Secara lebih rinci Prof. DR. H. Muhilal, pakar gizi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi Bogor, menguraikan tentang kandungan gizi madu. Asam amino, karbohidrat, protein, beberapa jenis vitamin serta mineral adalah zat gizi dalam madu yang mudah diserap sel-sel tubuh.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Asam amino bebas dalam madu mampu membantu penyembuhan penyakit, juga sebagai bahan pembentukan neurotransmitter atau senyawa yang berperan dalam mengoptimalkan fungsi otak. Madu juga mengandung zat antibiotik yang berguna untuk mengalahkan kuman patogen penyebab penyakit infeksi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karbohidrat madu termasuk tipe sederhana. Rata-rata komposisinya adalah 17,1 persen air; 82,4 persen karbohidrat total; 0,5 persen protein, asam amino, vitamin, dan mineral. Karbohidrat tersebut utamanya terdiri dari 38,5 persen fruktosa dan 31 persen glukosa. Sisanya, 12,9 persenkarbohidrat yang terbuat dari maltose, sukrosa, dan gula lain. Sebagai karbohidrat, satu sendok makan madu dapat memasok energi sebanyak 64 kalori.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sifat Antibakteri&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berkat kekayaan zat gizinya, tak heran jika madu sejak zaman baheula digunakan sebagai obat. Bangsa Mesir kuno misalnya sudah memanfaatkan madu untuk mengobati luka bakar dan luka akibat benda tajam. Dalam penelitian ribuan tahun kemudian ditemukan sifat antiseptik ringan dan antimikrobial dari madu. Karena dapat menghambat pertumbuhan bakteri itulah, madu mampu mempercepat penyembuhan luka.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Sifat antibakteri dari madu membantu mengatasi infeksi pada perlukaan dan aksi antiinflamasinya dapat mengurangi nyeri serta meningkatkan sirkulasi yang berpengaruh pada proses penyembuhan,” kata Dr. Peter Molan dari University of Waikato, New Zealand, melalui situs kesehatan. Madu juga merangsang tumbuhnya jaringan baru, sehingga selain mempercepat penyembuhan juga mengurangi timbulnya parut atau bekas luka pada kulit.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebuah studi terbaru menemukan kandungan antioksidan di dalam cairan mujarab tersebut. Itu artinya madu ampuh untuk menangkal radikal bebas. Kita tahu bahwa radikal bebas menjadi penyebab terjadinya berbagai penyakit yang sulit dikontrol, salah satunya kanker.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Temuan tersebut mendorong para peneliti untuk mencari tahu lebih jauh tentang zat-zat antikanker yang dikandung madu. Diharapkan berbagai penelitian terkini akan semakin mengukuhkan khasiat madu yang sangat potensial untuk menghentikan penyebaran penyakit ganas.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tambah&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gairah
Reputasi madu untuk mengatasi gangguan pernapasan masih tetap diakui. Terutama untuk mengusir dahak atau cairan yang menyumbat saluran pernapasan. Masyarakat Yunani dan Romawi percaya khasiat madu sebagai dekongestan (pelega hidung saat pilek).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Madu juga memiliki sifat sedatif (penenang) yang ringan. Maka itu masyarakat tradisional sering membubuhkan madu pada segelas susu untuk diminum sebelum tidur. Minuman ini membuat mereka rileks dan bisa segera tidur nyenyak.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hampir semua makanan manis akan merangsang otak untuk memproduksi endorfin atau pembunuh nyeri alami di dalam tubuh. Tak terkecuali rasa manis alami yang dihasilkan madu. Berkaitan dengan kadar fruktosanya yang tinggi, membuat madu mempunyai efek laksatif atau pencahar yang ringan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Efek lain dari madu yang dipercaya sejak lama, yakni sebagai aprodisiak atau pembangkit gairah seksual. Istilah honeymoon (bulan madu) berasal dari tradisi kuno masyarakat Eropa Utara, ketika pasangan pengantin baru diharuskan mengonsumsi madu dan mead (minuman sejenis wine yang dibuat dari fermentasi madu) yang diyakini bersifat aprodisiak tadi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Madu juga memiliki aktivitas sebagai disinfektan ringan, sehingga mampu menyembuhkan radang tenggorokan. Cairan manis ini juga bisa meningkatkan produksi saliva atau cairan ludah yang dapat membantu mengatasi tenggorokan yang kering atau teriritasi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Para penyanyi opera pun gemar memanfaatkan madu untuk memelihara kondisi tenggorokan mereka, supaya tetap bisa melantunkan lagu-lagu merdu. Segelas air hangat dicampur lemon dan madu merupakan ramuan tradisional yang biasa digunakan untuk mengikis radang tenggorokan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Cegah Keriput&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika Anda ingin awet muda, tetap segar dan bugar walau sudah berusia tua, selalu makan madu secara rutin. Demikian pesan pionir ilmu kedokteran modern sekaligus filsuf Islam, Dr. Ibnu Sina.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kaum perempuan di Mesir, Yunani, dan Rusia memang sudah memanfaatkan madu sejak lama untuk memelihara kecantikan kulit muka agar tetap cantik dan bersih. Juga untuk menghilangkan noda dan bintik-bintik hitam (hiperpigmentasi), serta mencegah keriput. Ramuan berupa 100 gram madu dicampur 25 ml alkohol dan 25 ml air bersih bisa dicoba untuk merawat keindahan kulit Anda.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rasa madu sangat dipengaruhi oleh jenis bunga yang dikunjungi lebah untuk diambil nektarnya (bahan pembuat madu). Saat ini bisa dijumpai berbagai madu, seperti madu randu, madu klengkeng, madu asam, madu mangga, madu apel, madu ceri, madu jeruk, madu peer, dan banyak lagi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apabila bunga yang dihinggapi lebah memiliki zat-zat racun, kemungkinan besar madunya pun beracun. Lebah yang mengambil nektar dari bunga pohon rhododendron misalnya, bisa memproduksi madu beracun. Bila dikonsumsi, madu ini bisa menyebabkan kelumpuhan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Beberapa tanaman, selain rhododendron, mengandung senyawa beracun dalam nektarnya, antara lain azalea, andromeda, agave, atropa, datura, euphorbia, kalmia, gelsemium, dan melaleuca. Madu beracun ini biasanya merupakan madu liar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saat ini madu sudah banyak diproduksi yang tentunya mengembil jenis-jenis tanaman yang selain tidak beracun juga bermanfaat bagi kesehatan. Salah satu keunikan dari madu, meski memiliki rasa manis, tidak begitu berbahaya dibanding gula.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Meski efeknya ringan dalam menaikkan gula darah dibanding sumber karbohidrat lain, bagi diabetesi dianjurkan untuk tetap berkonsultasi ke dokter bila mengonsumsinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Manis alami madu telah digunakan di Inggris hingga pertengahan abad ke-17, untuk menambah nikmat rasa makanan dan minuman. Sayang kebiasaan ini kemudian berubah ketika orang mulai memproduksi gula.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Butiran putih ini dianggap lebih berkelas dan hanya golongan berstatus sosial tinggilah yang mampu menjangkaunya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Namun, di akhir abad ke-17 gula semakin meluas pemakaiannya, tak hanya terbatas pada kalangan atas. Keluarga kerajaan pun kembali pada kebiasaan semula, yakni menyantap roti yang diolesi madu berkualitas tinggi tentunya. Tak ada salahnya bila kita mencontoh gaya hidup ala Ratu Inggris, sarapan madu setiap hari.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;(http://www.eramuslim.com, 28 Pebruari 2005, Kuman Tidak Mampu Melawan Madu)&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://madumultivit.do.am/news/kuman_tidak_mampu_melawan_madu/2012-04-24-14</link>
			<dc:creator>admin</dc:creator>
			<guid>https://madumultivit.do.am/news/kuman_tidak_mampu_melawan_madu/2012-04-24-14</guid>
			<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 11:14:14 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Ingin Umur Panjang, Minum Madu</title>
			<description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://madumultivit.do.am/Artikel/madu1.jpg&quot; alt=&quot;&quot; align=&quot;left&quot; style=&quot;margin-bottom: 20px; margin-right: 20px; &quot;&gt;Madu merupakan produk alami dari lebah. Binatang tersebut menghisap nektar bunga, sedangkan nektar adalah senyawa komplek yang dihasilkan kelenjar necterifer tanaman dalam bentuk larutan dengan konsentrasi bervariasi. Nektar yang diisap lebah, diperam hingga menjadi madu yang disimpan dalam sarang sebagai bahan pangan lebah. Oleh manusia, madu diambil untuk dikonsumsi. Namun, tak semua lebah menghasilkan madu. Hanya lebah pengisap madulah yang bisa menghasilkan cairan itu. Di Indonesia ada empat jenis lebah penghasil madu, lebah unggul (Apis melifera), lebah lokal (Apis cerana), lebah hutan (Apis dorsata), dan klanceng.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Madu merupakan sumber karbohidrat dengan kandungan utama gula lebih kurang 80 persen, gula dalam madu adalah fruktosa dan glukosa. Pada gula pasir, k...</description>
			<content:encoded>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://madumultivit.do.am/Artikel/madu1.jpg&quot; alt=&quot;&quot; align=&quot;left&quot; style=&quot;margin-bottom: 20px; margin-right: 20px; &quot;&gt;Madu merupakan produk alami dari lebah. Binatang tersebut menghisap nektar bunga, sedangkan nektar adalah senyawa komplek yang dihasilkan kelenjar necterifer tanaman dalam bentuk larutan dengan konsentrasi bervariasi. Nektar yang diisap lebah, diperam hingga menjadi madu yang disimpan dalam sarang sebagai bahan pangan lebah. Oleh manusia, madu diambil untuk dikonsumsi. Namun, tak semua lebah menghasilkan madu. Hanya lebah pengisap madulah yang bisa menghasilkan cairan itu. Di Indonesia ada empat jenis lebah penghasil madu, lebah unggul (Apis melifera), lebah lokal (Apis cerana), lebah hutan (Apis dorsata), dan klanceng.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Madu merupakan sumber karbohidrat dengan kandungan utama gula lebih kurang 80 persen, gula dalam madu adalah fruktosa dan glukosa. Pada gula pasir, kandungan gula adalah sukrosa. Fruktosa dan glukosa dapat diserap langsung oleh darah. Lain halnya dengan sukrosa yang harus dicerna lebih dahulu agar dapat diserap oleh darah. Jadi madu sering dianggap sebagai obat kuat. Sebab di samping kandungan kalori tinggi, minum langsung madu dapat memberikan energi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain gula dan air, madu mengandung komponen enzim pencernaan dan tepung sari. Enzim pencernaan penting untuk pengelolaan zat-zat makanan dalam tubuh agar mudah diserap darah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Unsur-unsur&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam madu juga terkandung unsur-unsur yang membedakan madu dari pemanis lain. Unsur-unsur tersebut; mineral, asam protein, karbohidrat dan aroma. Berbagai mineral yang terkandung dalam madu adalah kalium, kalsium, zat besi, garam jodium, natrium, sulfur, chlorine, fosfor dan magnesium. Dari penelitian diketahui magnesium dalam madu sama dengan magnesium dalam serum darah manusia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berdasarkan penelitian Tim Balai Penelitian Kimia Bogor, Bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Persatuan Ahli Gizi Indonesia yang bekerja sama dengan Departemen Kesehatan, Madu mengandung 9,5 g Karbohidrat, 294 kalori, 16 mg fosfor, 20 g air, 5 mg kalsium, 0,9 mg zat besi, 4 mg vitamin C, dan 0,3 mg protein.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Meskipun madu di Indonesia tidak mengandung vitamin A, B1 dan lemak, namun dilihat dari zat-zat gizi yang lain serta tingginya kalori, kandungan gizinya jelas lebih tinggi. Bahkan setiap 100 g madu menghasilkan 294 kalori. Berarti jauh lebih banyak ketimbang daging 100 g yang menghasilkan 154 kalori. Dalam jumlah gram yang sama, daging domba menghasilkan 206 kalori, sementara daging sapi dalam kaleng menghasilkan 241 kalori.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sebagai Obat&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada dunia medis, penggunaan madu sebagai obat dimulai sejak zaman Yunani dan Mesir Purba. Waktu itu, di Mesir madu merupakan salah satu dari 500 obat populer. Cara-cara penggunaan madu sebagai obat dituliskan pula dalam huruf heroglif pada piramid dan obelisk. Konon Hyprocrates, seorang pakar kedokteran, membiasakan diri minum madu secara teratur. Hasilnya, dia dapat mencapai usia 107 tahun. Ibnu Sina, seorang ilmuwan termasyhur, menganjurkan agar kita mengkonsumsi madu secara teratur. Minum madu merupakan suatu cara untuk mancapai usia panjang dan menjaga kekuatan, katanya. Demikian pula Aristoteles, yang terkenal sebagai Bapak Ilmu Pengetahuan Alam, beranggapan bahwa madu memiliki sifat yang unik untuk meningkatkan kesehatan dan memperpanjang usia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Madu dapat pula digunakan untuk mengobati penyakit jantung. Hal ini karena gula serta mineral dalam madu berfungsi sebagai tonikum bagi jantung. ”Otot-otot jantung bekerja tanpa istirahat. Karena itu, selalu memerlukan glukosa sebagai sumber tenaga untuk mengganti tenaga yang hilang. Karena madu sebagian besar terdiri atas glukosa, berkhasiat untuk jantung” tulis dr. FG Winarno, Kepala Pusat Pengembangan Teknologi Pangan, IPB dalam buku ”Madu, Teknologi, Khasiat dan Analisa”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Manfaat madu sebagai obat penyakit jantung juga ditemukan oleh Colomb dan Raff. Menurut dua ahli tersebut, konsumsi madu 70 gram perhari selama 1 – 2 bulan oleh pasien jantung berat akan menghasilkan kondisi baik, penerimaan darah makin normal, serta kekuatan jantung meningkat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Madu dapat pula digunakan sebagai obat masuk angin yang efektif, baik dalam bentuk madu biasa maupun dengan campuran bahan lain. Kombinasi yang sering dipakai adalah susu atau sari jeruk peras. Biasanya separuh sampai satu jeruk cukup untuk setiap 100 gram madu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Madu juga dapat mengobati penyakit paru-paru. Penderita dapat diberi madu 100-150 gram/hari selama 1 bulan. Berat bertambah, batuknya reda, dan laju pengendapan darah menjadi lambat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Begitu banyak khasiat madu bagi tubuh kita. Meskipun demikian, kita tidak boleh terlalu banyak mengkonsumsi madu. Karena, bisa mengakibat-kan gangguan fungsional pada pangkreas dan insulin.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk Pengobatan, sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk larutan. Supaya mudah diserap pembuluh darah. Menurut para ahli jumlah optimal konsumsi madu untuk orang dewasa 100 gram/hari, diminum 3 kali, pagi 30 g, siang 40 g dan sore 30 g. Sebaiknya diminum dua jam sebelum makan atau tiga jam sesudah makan. Sedangkan untuk anak-anak dianjurkan 30 gram sehari, pagi, siang dan malam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;(Majalah Pramuka, Mei 1999, Wawan Darmawan, Ingin Umur Panjang, Minum Madu)&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://madumultivit.do.am/news/ingin_umur_panjang_minum_madu/2012-04-24-13</link>
			<dc:creator>admin</dc:creator>
			<guid>https://madumultivit.do.am/news/ingin_umur_panjang_minum_madu/2012-04-24-13</guid>
			<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 10:18:23 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>BUKTI MADU BAIK BAGI KESEHATAN</title>
			<description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom: 20px; margin-right: 20px;&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://madumultivit.do.am/images/madu.jpg&quot; align=&quot;left&quot;&gt;Madu juga telah lama diyakini baik bagi kesehatan dan memiliki khasiat pengobatan. Madu digunakan untuk menyembuhkan luka dan menjadi tambahan dalam berbagai minuman seperti teh ketika kena flu dan demam.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Berbagai penelitian banyak dilakukan untuk menemukan bukti tersebut. Salah satu diantaranya adalah Penelitian ahli giji Universitas California menemukan madu dapat meningkatkan tingkat antioksidan setelah seseorang minum beberapa sendok makan madu setiap hari.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dengan bantuan dari National Honey Board, peneliti nutrisi Heidrun B. Gross dan para peneliti lain di Amerika mencoba menganalisis efek madu pada antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari bahaya lingkungan seperti asap rokok dan kimia.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam penelitian tersebut, Gross beserta rekan melibatkan 25 orang yang diminta untuk minum madu antara empat sampai 10 sendok setiap hari selama satu bu...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin-bottom: 20px; margin-right: 20px;&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://madumultivit.do.am/images/madu.jpg&quot; align=&quot;left&quot;&gt;Madu juga telah lama diyakini baik bagi kesehatan dan memiliki khasiat pengobatan. Madu digunakan untuk menyembuhkan luka dan menjadi tambahan dalam berbagai minuman seperti teh ketika kena flu dan demam.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Berbagai penelitian banyak dilakukan untuk menemukan bukti tersebut. Salah satu diantaranya adalah Penelitian ahli giji Universitas California menemukan madu dapat meningkatkan tingkat antioksidan setelah seseorang minum beberapa sendok makan madu setiap hari.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dengan bantuan dari National Honey Board, peneliti nutrisi Heidrun B. Gross dan para peneliti lain di Amerika mencoba menganalisis efek madu pada antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari bahaya lingkungan seperti asap rokok dan kimia.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam penelitian tersebut, Gross beserta rekan melibatkan 25 orang yang diminta untuk minum madu antara empat sampai 10 sendok setiap hari selama satu bulan.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hasil penelitian menujukan tingkat antioksidan mengalami peningkatan pada mereka yang minum madu. Para ahli yakin hal ini terjadi karena antioksidan menghalangi jenis kerusakan sel tertentu yang disebabkan oleh sebuah molekul yang disebut radikal bebas. Makanan yang kaya antioksidan membantu menghancurkan radikal bebas termasuk mengurangi resiko penyakit seperti kanker, penyakit jantung dan stroke.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ahli madu lain, Nicki J. Engeseth, dari Univesitas Illinois dalam penelitian mengenai madu dan antioksidan setuju bahwa madu adalah minuman sehat bahkan menurutnya madu 80 persen lebih sehat dari gula. Namun demikian madu tidak cocok bagi bayi yang kurang dari 12 bulan dan sebaiknya bayi dibawah umur 12 bulan tidak diberi madu karena belum mampu mencerna madu dengan baik. &lt;i&gt;(Republika, 19 Jul 2004 11:05:28)&lt;/i&gt;
&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://madumultivit.do.am/news/bukti_madu_baik_bagi_kesehatan/2012-03-19-12</link>
			<dc:creator>admin</dc:creator>
			<guid>https://madumultivit.do.am/news/bukti_madu_baik_bagi_kesehatan/2012-03-19-12</guid>
			<pubDate>Mon, 19 Mar 2012 08:09:12 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Madu yang Multiguna..!</title>
			<description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;BERBAGAI kelebihan madu sebagai makanan bergizi tinggi sudah diketahui sejak zaman Mesir maupun Yunani kuno. Zaman Mesir kuno, larutan madu bukan hanya sebagai sumber makanan, tetapi juga pengawet yang luar biasa; dari daging binatang buruan untuk persediaan konsumsi sampai mumifikasi jenazah yang tahan ribuan tahun
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Madu dihasilkan oleh lebah madu. Dalam satu koloni lebah madu, terdapat seekor lebah ratu, beberapa ratus lebah jantan, dan lebah pekerja yang bisa mencapai 100.000 ekor. Ukuran lebah ratu dua kali lebih panjang dan 2,8 kali lebih berat dari lebah pekerja. Tugasnya hanya menghasilkan telur dengan jumlah 1.000-2.000 butir. Telur yang dibuahi setelah lebah ratu kawin dengan lebah jantan menghasilkan lebah pekerja dan kadang lebah ratu baru. Bila dalam satu koloni ada dua lebah ratu, maka yang satu akan meninggalkan koloni dengan pengikutnya. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sementara telur yang tidak dibuahi menghasilkan lebah jantan. Tugas lebah jantan hanya mengawini l...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;BERBAGAI kelebihan madu sebagai makanan bergizi tinggi sudah diketahui sejak zaman Mesir maupun Yunani kuno. Zaman Mesir kuno, larutan madu bukan hanya sebagai sumber makanan, tetapi juga pengawet yang luar biasa; dari daging binatang buruan untuk persediaan konsumsi sampai mumifikasi jenazah yang tahan ribuan tahun
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Madu dihasilkan oleh lebah madu. Dalam satu koloni lebah madu, terdapat seekor lebah ratu, beberapa ratus lebah jantan, dan lebah pekerja yang bisa mencapai 100.000 ekor. Ukuran lebah ratu dua kali lebih panjang dan 2,8 kali lebih berat dari lebah pekerja. Tugasnya hanya menghasilkan telur dengan jumlah 1.000-2.000 butir. Telur yang dibuahi setelah lebah ratu kawin dengan lebah jantan menghasilkan lebah pekerja dan kadang lebah ratu baru. Bila dalam satu koloni ada dua lebah ratu, maka yang satu akan meninggalkan koloni dengan pengikutnya. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sementara telur yang tidak dibuahi menghasilkan lebah jantan. Tugas lebah jantan hanya mengawini lebah ratu. Karena itu, umurnya pun pendek, hanya tiga bulan.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tugas utama lebah pekerja adalah mengumpulkan nektar atau tepung sari untuk membuat madu. Tugas ini amat menakjubkan, karena mereka bisa mencari bahan madu dari bunga mekar yang jaraknya dari sarang bisa beberapa kilometer. Dalam keadaan tanpa muatan, seekor lebah bisa terbang dengan kecepatan 65 kilometer per jam. Bila tengah membawa nektar, kecepatannya tinggal 30 kilometer per jam.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Untuk membuat 100 gram madu, lebah harus mendatangi tidak kurang dari satu juta tangkai bunga. Nektar diangkut dalam kantung tepung di kakinya. Di dalam sarang, nektar diolah menjadi madu, lilin, dan royal jelly yang menjadi makanan utama lebah ratu. Umumnya satu sarang menghasilkan sekitar 150 kilogram madu setiap musim.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Peternakan lebah madu seperti di Australia yang sudah maju, juga menanam bunga-bunga sumber nektar sebagaimana halnya peternak sapi menyediakan hijauan sumber pakannya. Tidak mengherankan pula bila madu yang dihasilkan juga berbeda-beda, tergantung sumber nektarnya. Ada madu apel, madu pir, madu anggur, dan sebagainya.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di Indonesia, meski tidak sesempurna di negara maju, sebenarnya juga punya beberapa jenis madu. Ada madu sumbawa yang nektarnya berasal dari hutan kawasan Pulau Sumbawa, madu kalimantan atau madu lampung, dengan warna, bau, dan rasa yang berbeda.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di samping faktor jenis bunga, kualitas dan kuantitas madu juga dipengaruhi oleh jenis lebahnya. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;KHASIAT madu berasal dari kandungannya yang beragam. Ada berbagai jenis enzim seperti diastase, invertase, katalase, peroksidase, dan lipase yang membantu proses pencernaan sehingga memperlancar metabolisme. Sejumlah asam amino seperti asam malat, tartarat, sitrat, laktat, juga berperan dalam metabolisme.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ada pula mineral seperti magnesium, belerang, fosfor, besi, kalsium, khlor, natrium, yodium, serta kalium dalam bentuk garam-garamnya, yang dibutuhkan tubuh agar tetap bugar. Kandungan garam mineral ini serupa dengan kandungan garam mineral darah manusia sehingga mengonsumsi madu tidak akan berdampak negatif pada darah.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurut dr Filatof, ophthalmologis dari Rusia, madu pun mengandung perangsang biogenik yang berperan meningkatkan kesegaran. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Di dalam madu masih terkandung biose atau zat pengatur tumbuh yang mempercepat pertumbuhan akar, tunas, serta pembungaan pada tanaman, selain zat antibakteri sehingga bisa membantu mencegah infeksi pada luka. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Vitamin pada madu antara lain B2 (riboflavin) dan B6 (pirodoksin) yang berperan dalam metabolisme protein dan mencegah penyakit kulit. Ada pula B3 (asam pantotenat) dan H (biotin) yang berperan dalam metabolisme lemak dan protein serta menghambat penyakit kulit seperti eksim dan herpes.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Oleh karena itu pula, madu banyak dimanfaatkan untuk kosmetik. Sejak Zaman Mesir dan Yunani kuno, madu digunakan di wajah agar tetap cantik, bersih, dan menghilangkan noda-noda. Sifat antibiotiknya bisa digunakan dalam sampo untuk mencegah ketombe.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun, ada juga madu yang membawa bencana. Alkisah, pasukan Yunani pada tahun 400 sebelum Masehi baru pulang dari medan perang. Di hutan yang dilewati, mereka menemukan madu dan dimakan ramai-ramai. Tak lama kemudian, banyak prajurit muntah-muntah dan tidak sedikit yang meninggal. Mengapa demikian?
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ternyata, nektar yang berasal dari bunga beracun seperti rododendron, azalea, andromeda, kalmia, atropa, datura, euphorbia, gelsemium, melaleuca, dan agave, juga menghasilkan madu beracun. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun, hal ini tak perlu membuat takut mengonsumsi madu. Soalnya, saat ini amat jarang terdengar adanya kasus keracunan gara-gara mengonsumsi madu.
&lt;i&gt;(Majalah Pramuka, Mei 1999, Wawan Darmawan, Ingin Umur Panjang, Minum Madu)
&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://madumultivit.do.am/news/madu_yang_multiguna/2012-03-19-11</link>
			<dc:creator>admin</dc:creator>
			<guid>https://madumultivit.do.am/news/madu_yang_multiguna/2012-03-19-11</guid>
			<pubDate>Mon, 19 Mar 2012 07:49:37 GMT</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>